Surat Untuk Ibu...

Alangkah mudahnya jika kalian ternyata menjadi bintang, jika rindu hanya perlu menatap langit.
Menulis surat seperti ini terlihat sangat konyol....err...., tapi siapa tahu suatu saat bisa ku kirim... :)


Kepada Ibunda Tercinta
di Tempat paling istimewa.

Surabaya,14 Juli 2010


Ibu,tahukah kau aku telah menjadi dewasa (kurasa..) jauh berbeda dari terakhir kau melihatku, 3 tahun yang lalu, dimana seluruh keegoisanku mampu menghancurkanmu, keenggananku merapuhkanmu.. yang hingga kini hanya mampu kusesali karna maaf itu tak pernah sempat kubagi padamu, aku terlalu sombong dengan kasih sayangmu, berpikir tanpa maaf kau akan selalu menyayangiku. Dan tentu saja, memaafkanku dalam diam atas kesalahan yang ku abaikan....

Ibu, sedikit sulit bagiku untuk melangkah sendiri.. selama 3 tahun ini aku tertatih, berusaha menyusun mimpiku sendirian. Bukannya aku tak menyerap tentang kemandirian yang kau dan ayah ajarkan, hanya saja aku tak bisa menutup mata dan telinga saat melihat orang tua teman-temanku mendukung anaknya, aku pun ingin mendengar kalian mengatakan hal serupa seperti:

"nak.. semua keputusan ada di tanganmu karna engkaulah yang menjalaninya. Tapi kau selalu tahu kami selalu di belakangmu, mendo'akan dan mendukungmu.. majulah..tak ada yang perlu kau khawatirkan.."

Atau bahkan ini:


"Terserahlah, ayah dan ibu cuma bisa kasih restu." (ini agak gak enak..haha.. -,-")

Aku hanya menginginkan restu kalian, karena ini tak seperti lego yang dulu kau belikan. Aku hanya membutuhkan imajinasiku untuk membuat entah itu robot, truk, atau rumah. Jika pada akhirnya aku malah tidak membuat bentuk apapun, aku hanya perlu membongkarnya dan menyusunnya kembali tanpa perlu khawatir akan ada yang kecewa karena aku ternyata tidak membuat apa-apa. Namun ini hal yang berbeda, sedikit saja fondasiku melenceng lalu kutemukan akhir yang tidak kuharapkan, aku tidak bisa begitu saja membongkarnya karena ini dibangun dari pengorbanan orang banyak, sedikit saja di bongkar maka aku secara tidak langsung akan menyakiti mereka.
Karenanya, pada setiap langkah yang ku ambil terselip ribuan rasa takut. Tak dapat kupungkiri, aku membutuhkan kalian... (sangat..) setidaknya, dengan restu kalian aku akan dapat melangkah dengan lebih berani.

Bu, tahukah kau ketika semua hal di dunia ini mulai sangat tidak ramah, aku hanya ingin membenamkan diri pada kedua lenganmu? sama seperti saat aku merasa takut kala menemukan diriku terbangun sendirian di kamar saat pertama kali aku memiliki kamar sendiri. Aku tidak peduli apapun, aku hanya ingin memelukmu ibu hanya itu... jadi.. bisakah kau pulang sejenak untukku?

Bu, apa ayah disampingmu? ah pasti iya.... Mm.. bisa tolong sampaikan padanya akupun sangat merindukannya, banyak hal yang ku ingin ia tahu. Aku aku bukan gadis kecilnya lagi, hmm.. aku sudah tidak memakai seragam putih merah lagi, hmm.. haha..., jadi dia tidak perlu lagi menjemputku, karna aku pun telah bosan menunggunya yang selalu terlambat, haha....(untuk bagian ini kau boleh menyensornya.. :D ).

Bu, sampaikan pada ayah kalau..., mmm... aku sangat menyayanginya... (ah, kenapa keberanian itu baru muncul sekarang. --") dan bisakah sebentar saja ia pulang? Bisakah sebentar saja kalian pulang? Bisakah kalian mengatakan padaku... kalian selalu mendukung setiap langkah yang ku ambil?

Ku kira cukup, Jika nanti rindu itu kembali mungkin aku akan menulis lagi padamu....


Tertanda

-Aku-

nb: maaf bu surat ini tidak romantis.. aq mempelajarinya darimu.... jangan salahkan aq.. :P.



Kertas lusuh ini kulipat persegi lalu kumasukan ke dalam sebuah amplop biru muda.

Bu, suatu saat jika aq pulang akan ku letakan ini di pusaramu. Jika kau punya waktu bacalah.... aku akan sabar menunggu kehadiran kalian. Ingatlah, aku sudah terbiasa menunggu lama tanpa kepastian, aku mempelajarinya dari ayah...haha... mm..., kapanpun kalian sempat kunjungi aku, kalian tak pernah terlambat....

Awalnya ku harap kalian menjadi bintang.. hingga bisa ku kunjugi setiap malam.. tapi kemudian aku sadar.. mana mungkin kalian dijadikan bintang.. menggantung di langit dan saling berjauhan beratus-ratus tahun cahaya..? apa tidak kesepian?
jadi, tak apalah nampak konyol. toh tidak setiap hari..hehe..
Read More..

Puisi BJ Habibie untuk alm.istrinya..

Pas buka fesbuk, ada 1 pesan baru, liat subjectnya hm,, menarik..! penasaran, langsung deh ku baca :

Puisi BJ Habibie untuk alm.istrinya..

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,

cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,

calon bidadari surgaku
....


Habis baca langsung terharu.. romantis sekali.. :) ,, langsung searching ke om gugel pengen tau sumbernya.. benarkah Pak Habibie yang nulis puisi ini?? ternyata eh ternyata,, menurut beberapa sumber puisi ini bukan tulisan beliau,, melainkan karya dari pengagum berat beliau (konfirmasi bisa di lihat di sini : http://www.facebook.com/habibiecenter#!/habibiecenter?v=wall) salah satu wall di sana menyebutkan penulis sebenarnya.
Terlepas dari itu semua (siapa penulis sebenarnya.red),, saya hanya ingin menyampaikan apresiasi saya terhadap puisi yang indah ini.. :)
Read More..

    take me....


    'watch' this ^^

    Followers

    Banner [click!]

    /**/ link banner ok
    ..::.. diLa aLDiLa FadHiLa ..::..

    Suara Petualang Create your own banner at mybannermaker.com!
    Make your own banner at MyBannerMaker.com!
    wong284 langit senja tips dan trk bloggerRumah Imajinasi ebook,jihad,fiqih, motivasi,news,shabat nabi,story Aul's banner kimochiku

    Footprints